Analisa Debat Pertama Pasangan Capres 2014

Setelah menyaksikan debat pertama pasangan capres 2014 pada jam 20 tanggal 9 juni, ada beberapa hal menarik disini yang bisa kita analisa. berikut ini adalah analisanya

calon yang tertukar
nampak jelas dari kubu jokowi-jk, JK lebih sering menjawab dan menjawab dengan jawaban berbobot. terkesan disini bahwa JK lebih berkapasitas sebagai capres dibanding jokowi

Sindiran dan  serangan  jokowi JK
debat capres adalah debat masalah visi misi, tapi apa yang terjadi? pasangan Jokowi JK lebih banyak menyindir pasangan prabowo hatta, terutama dari sisi pribadi, terutama pribadi prabowo.
Serangan pertama masalah ketua umum yang menjadi capres. serangan kedua benar benar menyerang pribadi prabowo masalah HAM, dan nampak jelas prabowo terpancing dengan pertanyaan ini, ini bukan lagi masalah visi misi, namun menyerang individu.

yang ketiga adalah kalimat penutup yang oleh jokowi justru dipakai untuk mengucapkan terimakasih untuk istrinya dan istri dari pak JK, ini sindiran bagi prabowo yang duda. Posisi ucapan terimakasih jokowi tidak pada tempatnya.


Kemampuan pidato jokowi
Dalam dua pidato singkat sebelumnya, jokowi berpidato dengan tegang dan kaku, malam ini memang cukup mengejutkan bahwa jokowi ada peningkatandari sisi pidatonya, saya yakin ini arahan dari anies baswedan.

namun, mimik jokowi yang lebih sering melihat kebawah, lebih sering menyampaikan kalimat yang tidak langsung ke inti, serta kadang menyerahkan penjelasan pidatonya ke JK cenderung tampak Jokowi kurang pintar berpidato. berbeda dengan kala.

pada sesi diskriminasi, jokowi memberi contoh lurah susan, dia menempatkan lurah susan yang kristen ditempat yang warganya mayoritas islam, ini bukan masalah lurah susannya atau warganya, bukan pula masalah lelang jabatan, yang dipermasalahkan warga itu adalah karena lurah susan menghilangkan aspek islam dalam pemerintahan desa sehingga menjadi cenderung sekuler, kebijakan ini juga kurang bijak karena disatu sisi aspirasi masyarakat tidak terpenuhi.

jokowi juga terlalu menggampangkan masalah administrasi negara, cukup minta programer membuat egov (aplikasi dan layanan semua berbasis komputer) 2 minggu selesai? gundulmu, saya dan teman teman programer , disatu sisi cukup tersanjung lah jokowi menyinggung IT, namun 2 minggu itu adalah perkara yang tidak mungkin, implementasi siakad kampus saja bisa diatas satu tahun, apalagi masalah negara. penggampangan jokowi ini menjadi catatan tersendiri, dulu pas jokowi mencalonkan jadi calon gubernur, jka menggampangkan mengatasi masalah banjir dan macet, realisasinya? jakarta tetap banjir dan tambah macet.

satu hal yang perlu diapresiasi adalah jawaban jokowi dan JK lebih cenderung aplikatif dan realistis karena digambarkan dengan contoh contoh nyata.ini nilai plus tersendiri bagi pasangan jokowi JK.

Prabowo Hatta
Disisi prabowo hatta, hal yang patut diapresiasi adalah ketegasan prabowo dan ketenangan hatta dalam menyampaikan visi misi dan debatnya lebih terarah.

saya mengkritisi bahasa indonesia prabowo yang mirip Suharto dengan kalimat berakhiran kan ayang menjadi 'ken' contoh 'melakuken', ini kurang bagus dari sisi bahasa.

ISU HAM 
Hal kedua adalah, walaupun prabowo sempat terpancing masalah ham dari JK, namun prabowo mampu membendung emosi dengan tetap santun, beriwibawa dan TANPA menyerang balik kekurangan lawan.

jawaban prabowo juga kurang elegan karena cenderung emosional walaupun akhirnya reda, namun jawaban prabowo bahwa 'tanyakan pada atasan saya' adalah jawaban yang cukup diplomatis, jika memang prabowo melanggar ham, jika prabowo menculik, itu atas perintah siapa? ingat bahwa waktu itu prabowo ada dibawah komando panglima TNI yaitu wiranto. kenapa prabowo selalu disalahkan namun atas tidak. Yang lebih penting dari itu, jika prabowo melanggar HAM, kenapa tidak dari dulu diseret ke meja peradilan HAM? kenapa tahun 2009 PDIP mau menerima prabowo sebagai cawapres megawati?

perhatikan kembali tahun 2009, apakah JK dan SBY --lawan dari pasangan megawati prabowo-- pernah menyerang masalah HAM prabowo? tidak kan? ada benarnya ucapan fadli zon, JK bukan negarawan sejati, namun cenderung politisi umumnya yang menyerang lawan . yang patut disyukuri, prabowo tidak menyerang balik para tertuduh pelanggar ham di tubuh koalisi jokowi jk, ini menunjukan kedewasaan prabowo.

Untuk masalah korupsi, pandangan prabowo juga kurang menarik jika dilihat dari sisi orang awam, beliu menyampaikan pejabat negara harus diberi gaji yang tinggi atau gaji yang mencukupi agar tidak korupsi, pandangan saya sendiri, gaji pejabat negara plus tunjangannya itu sudah bikin rakyat iri, korupsi para pejabat lebih cenderung karena sifat RAKUS dan gaya hidup mewah.  berbeda jika yang dimaksud gaji para polisi, TNI (prajuri) atau gaji PNS golongan I dan II, itu malah lebih greget.

masalah penyampaian visi misi prabowo hatta juga terkesan abstak, namun bukanya visi misi memang abstrak, karena itu grand plannya.  pertanyaan prabowo masalah pemekaran dan pemilu langsung juga cukup bagus dan relevan dengan topik demokrasi malam ini, jawaban jokowi yang mengatakan pemilihan pilkada terkesan tidak realistis.  saya beri contoh, setiap tahun ada pemilukada entah bupati entah gubernur, anggaplah jokowi ingin menyamakan semua pemilukada jadi tahun 2016, terus bagiaman yang baru terpilih setahun atau setengah tahun?  itu juga harus dipikirkan.

intinya, masing masing pasangan capres ini 'know what they said". Prabowo Hatta cenderung menjelaskan secara garis besar sedangkan jokowi JK cenderung teknikal dan praktikal yang hal tersebut menunjukan Jokowi lebih cocok jadi eksekutor, bukan perencana.

BACA JUGA :ANALISA DEBAT CAPRES KEDUA TGL 15 JUNI 2014 DISINI